Menilik Sejarah Perkembangan Jam Tangan di Dunia

Menilik Sejarah Perkembangan Jam Tangan di Dunia

Jam tangan merupakan alat penunjuk waktu yang praktis dan banyak digunakan zaman sekarang. Sekarang, jam tangan tidak hanya menjadi suatu alat yang fungsional saja namun juga untuk memenuhi fungsi estetik.

Pengembangan teknologi jam tangan sendiri sudah berjalan selama 2 abad sejak ide mengenai jam tangan ini dicetuskan. Melalui waktu yang panjang itu, jam tangan mengalami berbagai perkembangan dalam sisi teknologi maupun tampilan.

Sejarah perkembangan jam tangan sendiri, tidak terlepas dari perkembangan teknologi jam. Mulai dari jam matahari yang digunakan oleh orang-orang zaman dahulu, sampai berkembang teknologi lain seperti jam air, jam pasir, sampai diciptakan teknologi roda.

Teknologi ini sebagai cikal bakal mesin jam yang pertama. Namun, pada masa itu keakuratan waktu yang ditunjukan tidak sebaik sekarang. Seiring berjalannya waktu demi kepraktisan dalam melihat waktu.

Orang-orang mulai beralih pada teknologi jam dengan ukuran yang lebih kecil yaitu chain watch atau pocket watch yang ukurannya relatif kecil dan mudah di bawah. Desain dari pocket watch inilah yang mendasari adanya jam tangan.

Bisa dikatakan, desain dari jam tangan dibuat berdasarkan kebutuhan orang-orang agar lebih mudah dalam melihat waktu. Jadi, dicarilah alat yang bisa menunjukan waktu dengan lebih akurat namun tetap ringan di bawah ke mana pun.

Pembuatan Jam Tangan Pertama di Dunia

Ada dua catatan sejarah yang menyebutkan tentang pembuatan jam tangan pertama di dunia. Pertama, ditulis oleh Guinness World Records pada tahun 1868, seorang pembuat jam yaitu Patek Philippe membuat jam tangan untuk Countess Koscowicz di Hungaria.

Namun, ada catatan lain yang menyebutkan jam tangan dibuat di tahun yang lebih lama lagi. Tepatnya, pada tahun 1812 oleh seseorang bernama Abraham Louis Breguet yang diketahui sebagai perancang jam tangan yang pertama.

Tokoh yang bernama Abraham Louis Breguet ini disebut sudah merancang jam tangan untuk berbagai tokoh terpandang lain. Misalnya seperti Ratu Caroline Murat yang merupakan saudara perempuan dari Napoleon Bonaparte.

Jam tangan yang didesain Abraham Louis Breguet ini memiliki tali yang dapat dilekatkan pada pergelangan ratu. Jadi, bisa digunakan di pergelangan tangan dengan mudah.

Sebelum jam tangan menjadi sesuatu yang trend dan mainstream. Jam saku merupakan aksesoris dan penunjuk waktu yang sangat populer. Para pria sangat suka menggunakan jam jenis ini. Dengan mengaitkan rantai pada bagian saku belakang.

Sedangkan, untuk para wanita lebih trend kalung jam di mana jam dikalungkan di bagian leher dengan rantai yang indah dan tipis. Namun, memasuki abad ke-19, trend jam tangan untuk para wanita berubah.

Daripada dikalungkan, jam dilengkapi pita lembut yang bisa diikatkan pada bagian tangan. Sedangkan, para pria masih sangat suka dengan jam saku. Walaupun begitu, secara keseluruhan penggunaan jam saku dianggap kurang praktis pada masa itu.

Jam Tangan Sebagai Salah Satu Peralatan Perang

Ternyata perkembangan dan trend jam tangan berhubungan erat dengan sejarah perang yang kelam. Terutama, Perang Dunia I yang terbilang melahirkan banyak seri jam tangan yang dibuat untuk menjawab kebutuhan militer dan perang.

Jam tangan yang dibuat pada masa perang biasanya tidak hanya difungsikan sebagai penunjuk waktu saja. Namun juga dilengkapi dengan fitur navigasi berupa rotating slide rule bezel yang memungkinkan seorang pilot untuk melakukan penghitungan waktu ketika penerbangan.

Salah satu jam tangan yang dibuat untuk menjawab keperluan perang tersebut adalah Breitling Navitimer, yang penggunaannya banyak ditujukan untuk para pilot. Ketika Perang Dunia I pecah dan berjalan berlarut-larut.

Trend jam tangan dan jam saku berjalan secara beriringan. Sampai akhirnya, orang-orang banyak yang meninggalkan jam saku. Selain karena memang dari awal penggunaannya yang kurang praktis.

Permintaan akan produksi jam tangan juga semakin tinggi. Hal ini karena tingginya tingkat perang yang terjadi pada masa itu. Jam tangan yang dibuat pada masa tersebut sangat mengutamakan kekuatan dan ketahanan dari materialnya.

Jam Tangan dengan Teknologi Listrik Pertama

Pada tahun 1930, menandai perkembangan besar dalam teknologi jam tangan. Karena adanya teknologi kuarsa yang dikembangkan oleh berbagai merk terkenal. Jam kuarsa mengandalkan catu daya listrik berupa baterai yang berukuran besar.

Pada masa tersebut, teknologi ini bukanlah sesuatu yang umum dan harganya juga sangat mahal. Karena itu, jumlah produksi pun tidak banyak, melalui merk Seiko, Patek Philipe dan Junghans akhirnya memperkenalkan jam meja dengan tenaga motor listrik.

Memasuki tahun 1970-an, jam tangan elektrik semakin umum keberadaannya. Berbagai merk bermunculan menawarkan produk mereka di lini jam tangan jenis ini.

Itulah perjalanan sejarah dari teknologi jam tangan. Ternyata, alat yang kita kira adalah sesuatu yang sederhana. Memiliki berkembang yang panjang hingga bisa menjadi jam tangan yang dikenal sekarang.


Leave a Reply

Your email address will not be published.